Bisnis Ritel Merupakan Bisnis Yang Banyak Diminati

0
115
Bisnis Ritel Merupakan Bisnis Yang Banyak Diminati
Bisnis Ritel Merupakan Bisnis Yang Banyak Diminati

Kegiatan konsumsi yang dilakukan warga setiapm hari mendongkrak kegiatan ekonomi dari hulu sampai hilir. Dari kegiatan produksi atau industry hingga kegiatan distribusi barang yang banyak dilakukan oleh para pedagang. Kegiatan distribusi barang yang langsung menjual barang kepada konsumen disebut dengan bisnis ritel. Semakin bertambahnya jumlah penduduk di suatu tempat, secara otomatis dapat menaikkan permintaan terhadap barang dagangan yang dibutuhkan untuk memenuhi semua kebutuhannya. Dari mulai kebutuhan pangan, sandang, furniture, bahkan kebutuhan papan atau property sekalipun. Bisnis di bidang pengeceran barang ini di Indonesia baru berkembang di awal tahun 90-an yang didukung oleh investor dari jepang. Namun usahan ritel dari jepang tersebut terhenti di tahun 98 terkait regulasi dari pemerintah yang melarang usaha ritel dari luar.

bisnis ritel ini sangat beragam bentuknya. Hal itu disesuaikan dengan banyaknya item barang dagangan yang disediakan, kapasitas bangunan tempat penjualannya, tempat parkir yang disediakan, hingga peluang omset yang mungkin didapatkan dari kegiatan bisnis menegecerkan aneka barang kebutuhan sehari-hari tersebut. Misalnya saja ada yang disebut dengan mini market, super mini market, super market, departemen store, hingga hypermarket. Semua bentuk bisnis pengecer barang tersebut mempunyai ketentuan tersendiri sesuai regulasi yang diatur oleh menteri perindutrian dan perdagangan. Semua bentuk bisnis pengecer barang-barang ini tentunya berupa bisnis modern yang dikelola oleh pebisnis yang berbahan hokum dan dikelola dengan managemen modern.

Beda halnya dengan bisnis ritel yang dikelola secara tradisional, seperti berbentuk warung atau jongko di pasar-pasar tradisonal. Managemen yang digunakan berupa managemen tradisional yang dilandasi rasa saling bantu dan kepercayaan di masing-masing warga. Oleh karena itu, ciri khas dari bisnis eceran secara tradisional yaitu dengan adanya transaksi utang piutang. Inilah tantangan yang harus bisa di kendalikan oleh pebisnis eceran di tingkat bawah. Selain keuntungan yang tidak seberapa, ongkos transportasi yang mahal, juga keuntungan dan posisi modal yang tidak jelas. Biasanya yang dijadikan sebagai indicator keberhasilan bisnis eceran secara tradisional ini adalah mempunyai uang yang cukup untuk berbelanja lagi dan untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari.